Tribun – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengubah model pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada seleksi tahun 2010ini.

Bila pada tahun sebelumnya pelamar melakukan pendaftaran via internet lalu mengirimkan berkasnya bia kantor pos, kini pendaftar harus datang langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.
“Pelamar langsung menyetorkan berkasnya dan akan langsung dikonseling dengan panitia. Bila ada kekurangan maupun syarat yang tidak terpenuhi bisa langsung dikembalikan untuk dilengkapi,” kata Kepala BKD Sulsel Andi Murny Amin Situru di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Jl Sungai Tangka, Makassar, Kamis (14/10).
Dihubungi terpisah, Kepala BKD Kota Makassar, Sittara, mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan pendaftaran dengan via pos agar tidak terjadi antrean di kantor yang menjadi tempat pendaftaran.
“Model penerimaan belum final karena kita masih menunggu SK penetapan formasi final dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) di Jakarta. Tapi pendaftaran via pos akan lebih efisien,” kata Sittiara.

Tiga Tahapan
Pengesahan rincian formasi CPNS tahun 2010 diperkirakan turun pertengahan pekan depan atau akhir Oktober. Sedangkan pelaksanaan tes diperkirakan berlangsung akhir November atau paling lambat awal Desember.
Sulsel mengalokasikan penerimaan untuk 150 tenaga kesehatan, 114 tenaga teknik dan 13 pelatih olah raga berprestasi. Sejumlah penyesuaian tahapan seleksi juga akan dilakukan. Sedikitnya seleksi yang akan berlaku umum di 24 kabupaten/ kota se-Sulsel tersebut akan berjalan dalam tiga tahapan.
Setelah lulus seleksi berkas, peserta akan menjalani tes tertulis. Mereka yang dinyatakan lulus tahapan ini kembali akan mengikuti tahapan wawancara maupun tes jasmani meliputi baris-berbaris dan lainnya.
Rencananya, dalam wawancara juga akan dilakukan dengan bahasa Inggris. “Tapi ini (bahasa Inggris) tidak menjadi keharusan sesuai hasil konsultasi kita. Sejauh ini, hanya untuk mengetahui kemampuan bahasa mereka yang dinyatakan lulus. Minimal bisa berbahasa Inggris pasif,” jelas Murny yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel ini.
Kuota CPNS
Kuota CPNS Pemprov Sulsel melalui jalur umum sebanyak 277
orang. Terdiri atas 150 tenaga kesehatan meliputi dokter spesialis, dokter umum, hingga D3 kebidanan dan perawat. Sebanyak 114 tenaga teknis, serta 13 pelatih olahraga berprestasi untuk semua jurusan.
Alokasi penerimaan terbesar di lingkup pemprov untuk tenaga perawat dan kebidanan, sedangkan tenaga teknis untuk bidang pertanian dan peternakan
Murny mengatakan usulan yang diajukan tersebut sudah final pasca rapat di Jakarta. Namun, Murni masih enggan merinci jumlah kuota per formasi termasuk rincian program studi penerimaan karena pihaknya masih harus menunggu SK dari menpan sebelum melansir rincian formasi ke publik.
Harus Dikoordinir
Murny Amin Situru menegaskan untuk tahun ini seluruh rangkaian pelaksanaan seleksi CPNS di 24 kabupaten/ kota tetap harus dikoordinasikan dengan provinsi. Ia memberi peringatan (warning) bagi BKD se-Sulsel agar tidak keluar dari ketentuan ini.
“Kabupaten/ kota tidak boleh lepas dari provinsi. Harus gabung dengan provinsi sesuai ketentuan PP 19 tahun 2010. Jadi tetap dikoordinir provinsi dan ini menjadi keputusan menpan,” tegasnya.
Menurutnya, konsekuensi pelanggaran itu berat.
Salah satunya, BKD yang melanggar aturan akan diperiksa tim Kemenpan RI.
Selain itu, BKD Sulsel mengaku tidak akan memproses usulan kenaikan pangkat, pensiun, sampai mutasi daerah yang bersangkutan. Tahun lalu, sejumlah daerah menggelar seleksi tertulis sendiri dengan menggandeng Universitas Indonesia (UI) di antaranya Parepare, Maros, Barru, Sinjai, Jeneponto, dan Takalar.(sur/axa)

formasi cpns pemprov:
*Tenaga kesehatan (150 orang): dokter spesialis penyakit dalam, dokter
spesialis anak, dokter spesialis obgin (kandungan), dokter spesialis
bedah, dokter spesialis jiwa, dokter umum, dokter gigi, penyuluh
kesehatan masyarakat, S1 kimia farmasi, apoteker, D3 kebidanan, D3
rekam medis, D3 perawat, D3 perawat gigi.
*Tenaga teknis (114 orang): S1 teknik sipil, D3 teknik sipil, S1
teknik industri, S1 mesin, D3 mesin, S1 elektro, D3 elektro, S1
arsitek, D3 arsitek, S1 geologi, S1 pertanian, S1 kehutanan, S1
perikanan, S1 peternakan, S1 hubungan internasional, S1 ekonomi
profesi akuntansi, pranata komputer, D3 komputer
*Pelatih olahraga: Atlet berprestasi, S1 semua jurusan
Catatan: untuk dokter spesialis masing-masing dua orang

About these ads